Berbagi Informasi

Showing posts with label Bontosikuyu. Show all posts
Showing posts with label Bontosikuyu. Show all posts

Rapat Orang Tua Siswa Untuk Pemantapan UN 2014

SMP Negeri 1 Bontosikuyu - Rapat orang tua siswa kembali diadakan oleh Kepala Sekolah SMP negeri 1 Bontosikuyu, kali ini bukan tentang pelanggaran siswa, melainkann sosialisasi/pemantapan pelaksanaan UN 2014 yang tidak lama lagi.

Rapat yang dilaksanakan Selasa, 8 April kemarin ini merupakan tindak lanjut dari hasil UAS yang baru saja dilakukan dan pemeriksaannya pun sudah selesai. Sesuai agenda rapat, selain membahas tentang UN yang nantinya akan ada sekitar 20 lebih paket per ruangan, dimana soal tidak akan ada yang sama dalam 1 ruangan, juga dalam rapat ini kepala sekolah dibantu oleh masing-masing wali kelas 9, menyampaikan nilai asli hasil UAS kepada orang tua siswa yang sempat hadir.


Dari hasil inilah kepala sekolah meminta partisipasi kepada orangtua siswa agar membantu pihak sekolah dalam mendidik anak-anaknnya dirumah, belajar dengan tekun dirumah, tidak banyak main, karena UN akan dilaksanakan sebentar lagi. "Kurang lebih sebulan lagi Ujian Nasional Bagi Anak kita yang kelas 9 akan dilaksanakan", jelas Nasaruddin, S.Pd, saa memeberikan arahan dalam rapat.


Pertandingan Persahabatan SMP 1 Bontosikuyu


SMP Negeri 1 Bontosikuyu, Jumat, 21 Maret 2014, kembali mengadakan suatu ajang pertandingan persahabatan dengan SMP negeri 2 Bontosikuyu. Meski kedatangan tim yang diundang mengalami keterlambatan, namun tidak mengurangi semangat untuk bertanding.

Cabang olahraga yang sempat dipertandingkan adalah, Bola Volly Guru-Guru, Volly Siswa, Takraw Siswa. Untuk bola voly guru putra dan putri, dimenangkan oleh tuan rumah dalam hal ini SMP Negeri 1 Bontosikuyu. Untuk volly siswa putra dimenangkan oleh SMP 1 Bontosikuyu, dan putri dimenangkan oleh SMP 2 Bosik.

Sedangkan untuk sepak takraw siswa, putri maupun putra dimenangkan oleh SMP Negeri 2 Bontosikuyu.

Menurut Baharuddin, S.Pd, ajang seperti ini agar sering-sering dilakukan untuk memupuk rasa persatuan antara Guru dan Siswa dari 2 sekolah ini. Dari itu, rencananya Kami (SMP Negeri 1 Bontosikuyu) akan diundang kembali oleh SMP negeri 2 Bontosikuyu, dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.

supported by icalholic

Praktek Membuat dan Cek Email Kelas 3C SMP Negeri 1 Bontosikuyu


SMP Negeri 1 Bontosikuyu, Kamis 13 Maret 2014, kembali anak kelas 3 mempraktekkan cara membuat email di google ataupun yahoo. Setelah email berhasil dibuat, Selaku guru, saya langsung membalas email yang masuk, kemudian peserta didik mengecek email masuk masing-masing melalui komputer yang disediakan.

Lagi-lagii terkendala masalah terbatasnya jumlah komputer yang ada di lab komputer, mengharuskan para siswa untuk bergantian. Itupun tidak mencukupi waktu 2 jam pertemuan untuk menyelesaikan seluruh siswa yang jumlahnya ada 25 orang siswa.

Diawal postingan ini terlihat siswa yang belum mendapat giliran, sedang memperhatikan langkah demi langkah yang diperlihatkan di layar proyektor. Selain itu siswa juga bisa langsung melihat siswa yang sementara praktek dengan control langsung menggunakan Team Viewer.

Pembelajaran tentang email sengaja diberikan lebih awal, agar para siswa lebih paham nantinya betapa email sangat penting, untuk berkirim informasi kepada seseorang dengan cepat dan tepat, ketimbang menggunakan surat. Selanjutnya akan dipraktekkan ke Blog, yaitu membuat blog gratis di blogger.com

Kisah Histeris Honorer Pasca Pengumuman Kelulusan K2 Selayar

Setelah sekian kali tertunda, pengumuman kelulusan k2 untuk kab. kepulauan selayar akhirnya keluar juga. Dimana ada 397 peserta yang dinyatakan lulus menjadi CPNS. 397 peserta ini merupakan jumlah keseluruhan dari beberapa instansi yang ada di kab. kepulauan selayar.

Seperti data yang sempat kami dengar, ada sekitar 1000 lebih peserta yang mendaftar pada ajang penerimaan CPNS jalur K2 ini. Artinya hanya ada 30% yang lulus.

Di Bontosikuyu-Selayar sendiri hanya ada beberapa orang yang lulus, Sebut saja Hadaria, yang sempat datang di warnet, untuk pengecekan namanya di daftar peserta lulus, ternyata nama Hadaria hanya ada satu, sehingga saat pencarian, langsung tertuju ke nama Hadaria sendiri, dengan segap, beliau meminta mencocokkan nomor pesertanya, dan ternyata nomor pesertanya sama, sehingga Hadaria yang dinyatakan lulus memang dirinya. Mengetahui hal itu, beliau dan suami yang tepat berada di belakang saya, merasakan kegembiraan yang tiada tara. Sambil berkata "ya memang sudah pantas jika saya lulus, mengingat perjuangan saya sudah hampir 10 tahun lebih pulang-pergi menempuh jalanan rusak dari rumah ke sekolah tempat saya honor yang jaraknya kurang lebih 15 km dan jalannya pun rusak, motor sayapun sekarang tidak tahu apanya yang bunyi-bunyi, karena seluruh body motor sudah longgar semua".

Yahhh begitu mengharukan kisah seorang Hadaria, yang memang sudah sepantasnya menyandang PNS di usianya yang sudah terbilang tua ini. Dan sudah semestinya pula beliau ini diangkat menjadi PNS.

Di instansi lain sebut saja SMP Negeri 1 Bontosikuyu, tempat saya honor, ada 7 orang yang ikut ujian K2, dan 5 orang orang dinyatakan lulus dan 2 lagi yang gagal, suatu pencapaian yang sangat bagus dibanding dengan instansi lainnya. Contoh di kantor camat bontosikuyu, ada juga beberapa yang ikut, dan yang lulus hanya 1 orang yaitu Baho Daeng. Dan memang saudari Baho Daeng sudah pantas untuk itu, mengingat kinerja beliau memang bagus.

Dan ada beberapa instansi yang ada di kota benteng selayar, contohnya Sat Pol PP, honorernya yang ikut K2, tidak ada satupun yang lulus. Sehingga beberapa hari setelah pengumuman kelulusan K2, ada beberapa orang dari beberapa instansi menggelar aspirasi terbuka terkait pengumuman ini.

Ada banyak kisah haru dan juga sedih, pasca pengumuman kelulusan k2 ini, yang haru karena mereka lulus k2, yang sedih karena tidak lulus k2, dimana yang tidak lulus ini sudah optimis untuk lulus karena memang masa kerjanya murni 5 tahun keatas, tapi itulah yang diberikan Tuhan, mungkin akan ada hikmah dibalik semua itu, dan akan ada rejeki yang lebih baik daripada ini di esok hari.


Sosialisasi Kredit Point SMP Negeri 1 Bontosikuyu


Hari kamis (22/8) kemarin, kembali kepala sekolah SMP Negeri 1 Bontosikuyu, Nasaruddin, S.Pd melakukan gebrakan baru di Bontosikuyu yaitu sistem pengurangan kredit point terhadap siswa yang sering melakukan pelanggaran. Hal ini dilakukan dikarenakan tingkahlaku siswa makin hari makin menjadi-jadi alias bandel-bandel.

Dalam acara sosialisasi ini, tidak lupa dihadirkan Kadis Kab Kepulauan Selayar, Patta Bone S.IP, dan pengawas pembina, Gazali, M,Pd, beserta para orang tua siswa, serta ketua komite SMP Negeri 1 Bontosikuyu, Nur Amang, SP.

Sosialisasi ini disambut baik oleh orangtua siswa, ditandai dengan penuh ruang keterampilan SMP Negeri 1 Bontosikuyu yang dijadikan tempat berlangsungnya sosialisasi. Para orangtua juga menyetujui sistem kredit point ini, karena ini merupakan demi kebaikan dan perkembangan anak mereka ke arah yang lebih baik.

Sistem kredit point ini sendiri adalah pengurangan kredit terhadap siswa yang melanggar peraturan yang sudah dirancang sebelumnya seperti berboncengan 3 ke sekolah, terlambat datang, dll. Dimana masing-masing siswa diberi kredit 100 poin, yang nantinya inilah yang dikurangi setiap kali siswa melakukan pelanggaran. Sehingg jika kredit sampai ke batas tertentu, misalnya sisa 10 point, siswa bersangkutan akan dikembalikan ke orangtuanya (diberhentikan dari sekolah).

Pengaplikasian sistem ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, sehingga Nasaruddin, S.Pd sebagai kepala sekolah, menghimbau kepada semua guru agar berpartisipasi dan ikut serta mengawasi anak didik, selain itu, masyarakt dan orang tua dirumah dihimbau juga untuk mengawasi anaknya masing selama berada di rumah.

Mudah-mudahan sistem ini bisa diberlakukan di SMP Negeri 1 Bontosikuyu, dan berhasil, sehingga bisa diberlakukan di setiap sekolah yang ada di Bontosikuyu khususnya dan seleuruh indonesia pada umumnya.

Siswa SMAN 1 Bontosikuyu Patah Kacamata Gara-Gara Tidak Lulus

Ujian Nasional 2013, yang tepatnya dilaksanakan pada bulan april kemarin di tingkat SMA, merupakan hal berbeda dari Ujian Nasional tahun-tahun sebelumnya. Dimana disetiap ruangan ada 30 variasi soal, yang mengakibatkan tidak adanya siswa yang mempunyai soal yang sama persis.

Tiba waktunya pengumuman merupakan hal yang dinanti oleh semua siswa kelas 12, SMA Negeri 1 Bontosikuyu Selayar, tepatnya hari Jumat kemarin. Sangat disayangkan karena ada salah seorang siswa yang tidak lulus dari jumlah keselurahan sekitar lebih 40 orang yang ikut ujian.


Disinyalir ketidak lulusan disebabkan karena siswa yang bersangkutan pada hari pertama, pekerjaan tidak bisa diselesaikan. Bukan faktor kesalahan pengisian biodata. Disamping itu siswa ini masih diberi motivasi untuk bisa lulus, melalui ujian paket C pada bulan 9 mendatang.

Siswa SMA sudah pengumuman hasil ujian nasional, sementara untuk tingkat SMP, pengumuman direncanakan pada tanggal 1 Juni mendatang. Mudah-mudahan untuk Tingkat SMP, khususnya di Bontosikuyu Selayar, dan umumnya di seluruh SMP yang ada di Indonesia bisa mencapai tingkat kelulusan 100%.

UN SMA 1 Bontosikuyu Berjalan Lancar

UN 2013 untuk tingkat SMA yang seharusnya dilaksanakan pada hari senin (15/4) sampai dengan kamis (18/4), terpaksa ditunda dengan alasan keterlambatan pengiriman soal di dinas setempat. Sehingga ujian hari pertama dilaksanakan pada hari Kamis (18/4) sampai haris selasa lusa.

Meskipun begitu siswa-siswa tidak merasa terganggu dan tetap siap menghadapi UN setiap saat. Di SMA Negeri 1 Bontosikuyu sendiri pun ujian nasional berjalan lancar. Dibawah ini suasana yang sempat saya jepret saat ujian dilaksanakan menjepret tanpa mengganggu jalannya ujian.

Hari Pertama (Kamis, 18 April 2013)

Siswa terlihat serius mengerjakan soal-soal yang ada.


Harapan semua pasti menginginkan siswa-siswa di seluruh indonesia khususnya siswa di SMA Negeri 1 Bontosikuyu, bisa meraih kelulusan 100%. edu.kekerr.com
Copyright © SRINANNA.COM. All rights reserved. Powered by Blogger.com