Berbagi Informasi

Showing posts with label Makalah. Show all posts
Showing posts with label Makalah. Show all posts

Download Makalah: Budidaya Terong

Dalam postingan ini kami bagikan makalah budidaya terong. Makalah budidaya terong dengan nama file makalah budidaya terong.docx ini sudah lengkap mulai dari sampul, kata pengantar, daftar isi, bab I sampai bab III, dan daftar pustaka. Bagi adik-adik SMP yang mungkin dapat tugas dari guru pertanian mencari makalah terong, mungkin makalah budidaya terong ini bisa dijadikan referensi.

Berikut ini sedikit isi dari BAB I Pendahuluan budaya terong ini.
1. Latar Belakang
Terung (Solanum melongena, di Pulau Jawa lebih dikenal sebagai terong) adalah tumbuhan penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran. Asalnya adalah India dan Sri Lanka. Terung berkerabat dekat dengan kentang dan leunca, dan agak jauh dari tomat.
Terung ialah terna yang sering ditanam secara tahunan. Tanaman ini tumbuh hingga 40-150 cm (16-57 inci) tingginya. Daunnya besar, dengan lobus yang kasar. Ukurannya 10-20 cm (4-8 inci) panjangnya dan 5-10 cm (2-4 inci) lebarnya. Jenis-jenis setengah liar lebih besar dan tumbuh hingga setinggi 225 cm (7 kaki), dengan daun yang melebihi 30 cm (12 inci) dan 15 cm (6 inci) panjangnya. Batangnya biasanya berduri. Warna bunganya antara putih hingga ungu, dengan mahkota yang memiliki lima lobus. Benang sarinya berwarna kuning. Buah tepung berisi, dengan diameter yang kurang dari 3 cm untuk yang liar, dan lebih besar lagi untuk jenis yang ditanam.

2. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah supaya Kita bisa mengetahui tentang cara penanaman terung.

Untuk makalah budidaya terong yang lengkap, bisa anda mengunduh/mendownload makalah terong lengkap ini di link dibawah.


Download Disini http://adf.ly/1HGqIL

Download Makalah Budidaya Kacang Hijau

Dalam postingan ini kembali kami bagikan Contoh Makalah Pertanian yaitu Makalah Budidaya Kacang Hijau/Kacang Pendek, Bertanam Kacang Pendek, bertanam Kacang hijau, Makalah Bertanam Kacang Pendek ini sudah lengkap mulai dari Sampul, Kata Pengantar, Daftar Isi, Pendahuluan, Pembahasan, Penutup dan daftar pustaka.

Berikut cuplikan isi dari BAB II Pembahasan
1. Sejarah Singkat
Kacang tanah yang ada di Indonesia semula berasal dari benua Amerika. Pemasukan ke Indonesia pertama- tama diperkirakan dibawa oleh pedagang-pedagang Spanyol, sewaktu melakukan pelayarannya dari Mexico ke Maluku setelah tabun 1597. Pada tahun 1863 HOLLE memasukkan Kacang Tanah dari Inggris dan pada tahun 1864 SCHEFFER memasukkan pula Kacang Tanah dari Mesir.

2. Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau
Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek (kurang lebih 60 hari). Tanaman ini disebut juga mungbean, green gram atau golden gram. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan. Kemudian didalam tanaman kacang ada beberapa jenis tanaman yang ada di Indonesia ada 2 ( dua ) tipe yaitu :

a. Tipe tegak.
Jenis Kacang ini tumbuh lurus atau sedikit miring keatas, buahnya terdapat pada ruas-ruas dekat rumpun, umumnya pendek ( genjah ) dan kemasakan buahnya serempak.

b. Tipe menjalar.
Jenis ini tumbuh kearah samping, batang utama berukuran panjang, buah terdapat pada ruas-ruas yang berdekatan dengan tanah dan umumnya berumur panjang.

Jika ingin mendownload makalah budidaya kacang pendek atau kacang hijau ini, anda bisa mengklik link download dibawah ini.



Download here http://adf.ly/1H9JBT

Download Makalah Budidaya Mentimun

Kali ini kami akan berbagi kepada adik-asik SMP kelas 8 mungkin ada tugas dari guru pertanian mencari makalah budidaya mentimun, cara bertanam mentimun atau makalah mentimun.

DIbawah ini cuplikan Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang
Di Indonesia yang wilayahnya mempunyai tipe iklim tropik, hampir semua jenis tanaman hortikultura dapat dikembangkan setiap saat. Pengembangan berbagai jenis atau varietas mentimun hibrida maupun non hibrida, dapat mendukung penganekaragaman (diversifikasi) produk mentimun, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam budidaya komoditas timun akan dimulai dengan hal yang sangat mendasar yaitu benih. Benih merupakan bagian tanaman yang diperuntukan untuk perbanyakan. Benih dihasilkan tanaman secara generatif maupun secara vegetatif. Dalam budidaya timun benih dihasilkan secara generatif yaitu dihasilkan oleh buah. Biji yang digunakan sebagai benih berasal dari buah yang telah matang secara fisiologi. Buah timun yang matang secara morfologi bila bijinya di tanaman tidak akan bisa berkecambah karena biji tersebut belum menghasilkan embrio.

Untuk itu perlu pengetahuan mengenai produksi benih untuk tanaman timun agar didapat benih yang memiliki daya kecambah dan tumbuh baik. Produksi benih sangat dibutuhkan dalam pembudidayaan tanaman yang dibutuhkan oleh petani. Tujuan mengetahui produksi benih adalah untuk mengetahui proses teknologi benih tanaman timun, mulai dari proses panen, proses pengeringan, perlakuan benih sampai dengan pengemasan benih mentimun ini. Timun sangat prospektif dibudidayakan dalam pananaman karena memiliki karakteristik yang mudah ditanam dan banyak dibutuhkan oleh konsumen.

Untuk mengunduh Makalah Budidaya Mentimun secara lengkap, anda dapat mengklik link download dibawah ini :

Download Here http://adf.ly/1H9I3T

Makalah: Cara Budidaya Bayam

Makalah: Cara Budidaya Bayam
Dalam postingan ini kami kembali berbagi kepada adik yang masih duduk di SMP, mungkin ada tugas dari guru Pertanian, membuat serta mempraktekkan cara budidaya/menanam bayam. Berikut kami lampirkan sedikiit isi makalah di bagian Pembahasan.


2.1 Syarat tumbuh
Bayam dapat tumbuh sepanajng tahun, dimana saja, baik didataran rendah maupun didataran tinggi. Pertumbuhan paling baik pada tanah subur dan banyak sinar matahari. Suhu yang baik 25-36 c dan pH tanah antara 6-7. waktu tanam terbaik pada awal musim kemarau.

2.2 Teknik budidaya
a. Benih
Bayam dikembangkan melalui biji. Biji bayam yang dijadikan benih harus cukup tua (+ 3 bulan). Benih yang muda , daya simpannya tidak lama dan tingkat perkecambahannya rendah. Benih bayam yang tua dapat disimpan selama satu tahun. Benih bayam tidak memiliki masa dormansi dan kebutuhan benih adalah sebanyak 5-10 kg tiap hektar atau 0,5 – 1 g/m2. Varietas yang dianjurkan adalah Giti Hijau, Giti Merah, Kakap Hijau, Bangkok dan Cimangkok.

b. Persiapan Lahan
Lahan dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur. Selanjutnya buat bedengan dengan arah membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan. Jarak antar bedengan 30 cm.

Itulah sedikit cuplikan dari makalah cara budidaya bayam. Untuk mendownload makalah secara lengkap, silahkan melalui link ini  http://adf.ly/1GF8Bp atau di http://adf.ly/1GF9NA

Cara Memasukkan Gambar Yang Tersimpan Di Harddisk dan Gambar Bawaan Office Ke MS. Office Excel 2007

Berikut Kami berikan cara-cara memasukkan gambar yang tersimpan di harddisk ke lembar kerja excel dan gambar bawaan office ke lembar kerja excel juga.

A. Cara memasukkan gambar yang tersimpan di harddisk ke lembar kerja excel dalam hal ini seperti foto, dll.
1. Masuk di menu insert - trus pilih Picture. Seperti gambar di bawah ini:


2. Setelah itu muncul kotak dialog untuk memilih gambar yang ingin dimasukkan, pilih gambar, kemudian tekan tombol insert.


3. Setelah itu gambar akan muncul di lembar kerja excel, seperti yang ada pada gambar dibawah ini, tinggal diatur ukurannya dan akan diletakkan di bagian mana.



B. CARA MEMASUKKAN GAMBAR BAWAAN OFFICE KE LEMBAR KERJA MS. OFFICE 2007
1. Klik menu Insert - Clip art, seperti gambar dibawah ini.


2. setelah itu akan muncul jendela pada sebelah kanan, organize clips, seperti gambar. klik tulisan itu.


3. Masuk di beberapa folder, klik kanan gambar yang ingin ditambahkan ke excel, kemudian pilih copy.


4. Kembali ke jendela excel, dan paste, akan muncul gambar yang di copy seperti gambar dibawah ini.


Itulah Cara Memasukkan Gambar Yang Tersimpan Di Harddisk Ke microsoft office excel 2007 dan Gambar Bawaan Office Ke MS. Office Excel 2007





Download Makalah Tentang Penyakit Rabies

MAKALAH BIOLOGI “PENYAKIT RABIES” D I S U S U N OLEH : MUH RIZAL SMA NEGERI 1 BONTOSIKUYU 2012 KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat dan hidayahnya jualah kami selaku Kelompok 4 dapat menyelesaikan makalah biologi tentang PENYAKIT RABIES. Kami membuat makalah ini untuk memberikan pengetahuan tentang penyakit RABIES bagi kita semua. Melalui ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini. Akhirnya mudah-mudah makalah ini bisa bermanfaat, sesuai pengharapan dari penulis. Pariangan, 21 September 2012 Penulis ii DAFTAR ISI Halaman Judul i Kata Pengantar ii Daftar Isi iii Bab 1 Pendahuluan 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Rumusan Masalah 1 1.3 Tujuan 2 1.4 Metode 2 Bab 2 Pembahasan 3 2.1 Pengertian 3 2.2 Penyebab 3 2.3 Tahapan Penyakit Rabies 4 2.4 Gejala Rabies 4 2.5 Tanda-Tanda Penyakit Rabies 5 2.6 Tindakan Terhadap Hewan Yang Menggigit 6 2.7 Perundang-undangan Tentang Rabies 6 2.8 Pencegahan 7 2.9 Pengobatan 7 2.10 Tips Bila Digigit Anjing 8 Bab 3 Penutup 10 3.1 Kesimpulan 10 3.2 Saran 10 Daftar Pustaka 11 iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tahun 2009 ini merupakan bukti bahwa Indonesia bukanlah negara yang bebas dari penyakit Rabies, terbukti dengan adanya korban meninggal yang terinfeksi oleh penyakit ini di beberapa Rumah Sakit di Indonesia. Salah satunya adalah provinsi Bali yang telah dklaim bebas rabies justru telah banyak korban berjatuhan baik yang suspect maupun yang telah positif terjangkit virus rabies. Sekarang Dinas Peternakan Bali sedang genjar-genjarnya memberantas penyakit mematikan ini yang disebabkan oleh gigitan hewan, anjing yang dianggap sebagai sahabat manusia justru sebagai penyebar utama dari penyebaran virus rabies ini melalui gigitannya. Sehingga tidak heran banyak anjing yang dibunuh, namun untuk anjing yang dipelihara akan diberikan vaksinasi. Agar kita terhindar dari penyakit mematikan ini, hendaknya kita mengetahui bagaimana ciri-ciri hewan yang telah terinfeksi virus rabies. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai penyakit rabies dari pengertian sampai dengan tips-tips bila kita atau orang terdekat kita digigit oleh anjing atau hewan yang lainnya yang berpotensi untuk menyebarkan virus rabies. 1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas maka dapat dibuat rumusan masalah : 1. Apa itu rabies ? 2. Apa saja penyebab rabies? 3. Bagaimana tahapan penyakit rabies? 4. Apa saja gejala-gejala penyakit rabies? 5. Apa saja tanda-tanda penyakit rabies pada hewan? 6. Apa yang harus dilakukan pada hewan yang telah mengigit? 7. Adakah undang-undang yang mengatur tentang rabies? 8. Bagaimana pencegahan untuk penyakit rabies? 9. Bagaimana pengobatannya? 10. Adakah tips-tips bila tergigit hewan yang berisiko terkena infeksi rabies? 1.3 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar mahasiswa mengetahui trend dan issue yang sedang berkembang di Indonesia yaitu masalah rabies dan dapat memberikan penanganan yang tepat dari panyakit rabies ini. 1.4 Metode Dalam pembuatan makalah ini kami menggunakan metode penelusuran. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Rabies atau lebih sering dikenal dengan nama anjing gila merupakan suatu penyakit infeksi akut yang menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies dan ditularkan dari gigitan hewan penular rabies. Hewan yang rentan dengan virus rabies ini adalah hewan berdarah panas. Penyakit rabies secara almi terdapat pada bangsa kucing, anjing, kelelawar, kera dan karnivora liar lainnya. Pada hewan yang menderita rabies, virus ditemukan dengan jumlah yang banyak pada air liurnya. Vrus ini ditularkan ke hewan lain atau ke manusia terutama melalui luka gigitan. Oleh karena itu bangsa karnivora adalah hewan yang paling utama sebagai penyebar rabies. Penyakit rabies merupakan penyakit Zoonosa yang sangat berbahaya dan ditakuti karena bila telah menyerang manusia atau hewan akan selau berakhir dengan kematian. Mengingat akan bahaya dan keganasan terhadap kesehatan dan ketentraman hidup masyarakat, maka usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit ini perlu dilaksanakan secara intensif. 2.2 Penyebab Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies yang terdapat pada air liur hewan yang terinfeksi. Hewan ini menularkan infeksi kepada hewan lainnya atau manusia melaui gigitan dan kadang melalui jilatan. Secara patogenesis, setelah virus rabies masuk lewat gigitan, selama 2 minggu virus akan tetap tinggal pada tempat masukdan disekitrnya. Kemudian, virus akan bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterios tanpa menunjukan perubahan-perubahan fungsinya. Sesampainya di otak , virus akan memperbanyak diri dan menyebar luas dalam semua bagian neuron-neuron, terutama mempunyai predileksi khusus terhadap sel-sel sistem limbic, hipotalamus dan batang otak. Setelah memperbanyak diri dalam neuron-neuron sentral, virus kemudian bergerak kea rah perifer dalam serabut saraf eferen, volunteer dan otonom. Dengan demikian virus ini menyerang hamper tiap organ dan jaringan di dalam tubuh dan berkembang biak dalam jaringan-jaringab seperti kelenjar ludah, ginjal, dan sebagainya. Banyak hewan yang bias menularkan rabies kepada manusia. Yang paling sering menjadi sumber dari rabies adalah anjing, hewan yang lainnya juga bisa menjadi sumber penularan rabies adalah kucing, kelelawar, rakun, sigung, dan rubah. Rabies pada anjing masih sering ditemukan di Amerika Latin, Afrika, dan Asia bahkan sekarang di Indonesia kasus rabie ini mulai muncul dan sudah banyak memakan korban. Ini disebabkan kareni tidak semua hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi untuk penyakit ini. Hewan yang terinfeksi bisa mengalami rabies buas atau rabies jinak. Pada rabies buas, hewan yang terkena tampak gelisah dan ganas, kemudian menjadi lumpuh dan mati. Pada rabies jinak, sejak awal telah terjadi kelumpuhan local atau kalumpuhan total. 2.3 Tahapan Penyakit Rabies Perjalanan penyakit Rabies pada anjing dan kucing dibagi dalam 3 fase yaitu : a. Fase Prodormal Hewan mencari tempat dingin dan menyendiri, tetapi dapat terjadi lebih agresif dan nervus, pupil mata meluas dan sikap tubuh kaku (tegang). Fase ini berlangsung selama 1-3 hari. Setelah fase prodormal dilanjutkan fase eksitasi atau bisa langsung ke fase paralisa. b. Fase Eksitasi Hewan menjadi ganas dan menyerang siapa saja yang ada di sekitarnya danmemakan barang yang aneh-aneh. Selanjutnya mata menjadi keruh dan selalu terbuka dan tubuh gemetaran, selanjutnya masuk fase paralisa. c. Fase Paralisa Hewan mengalami kelumpuhan pada semua bagian tubuh dan berakhir dengan kematian. Masa inkubasi dari penyakit ini adalah waktu antara penggigitan sampai timbulnya gejala penyakit. Masa inkubasi penyakit rabies pada anjing dan kucing kurang lebih 2 minggu (10-14 hari). Pada manusia 2-3 minggu dan paling lama 1 tahun. Masa inkubasi biasanya paling pendek pada orang yang digigit pada kepala, tempat yang tertutup atau bila gigitan terdapat di banyak tempat. 2.4 Gejala Rabies Gejala biasanya mulai timbul dalam waktu 30-50 hari setelah terinfeksi, tetapi masa inkubasinya sangat bervariasi dari 10 hari sampai 1 tahun. Pada 20% penderita, rabies dimulai dengan kelumpuhan pada tungkai bawah yang menjalar ke seluruh tubuh. Tetapi penyakit ini biasanya dimulai dengan periode yang pendek dari depresi mental, keresahan, tidak enak badan, dan demam. Keresahan akan meningkat menjadi kegembiraan yang tak terkendali dan penderita akan mengeluarkan air liur. Kejang otot tenggorokan dan pita suara bisa menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Kejang ini terjadi akibat adanya gangguan pada daerah otot yang mengatur proses menelan dan pernafasan. Angin sepoi-sepoi dan mencoba minum air bisa menyebabkan kekejangan ini. Oleh karena itu penderita rabies tidak dapat minum. Karena hal inilah, maka penyakit ini kadang-kadang juga disebut hidrofobia (takut air). Pada salah satu sumber menyebutkan beberapa ciri-ciri dari korban yang telah terinfeksi virus rabies diamana korban tersebut akhirnya meninggal akibat terlambat mendapat pertolongan, yaitu : a. Keluar keringat yang deras b. Dada sakit seperti tertusuk-tusuk dan sakit c. Sesak nafas Beberapa minggu setelah digigit anjing, korban akan takut air dan angin namun sering menggigil dan kehausan. (Bali Post,2009) 2.5 Tanda-Tanda Penyakit Rabies Pada Hewan Gejala penyakit dikenal dalam 3 bentuk : a. Bentuk ganas (Furious Rabies) Masa eksitasi panjang, kebanyakan akan mati dalam 2-5 hari setelah tanda-tanda terlihat. Tanda-tanda yang sering terlihat :  Hewan menjadi penakut atau menjadi galak  Senang bersembunyi di tempat-tempat yang dingin, gelap dan menyendiri tetapi dapat menjadi agresif  Tidak menurut perintah majikannya  Nafsu makan hilang  Air liur meleleh tak terkendali  Hewan akan menyerang benda yang ada disekitarnya dan memakan barang, benda-benda asing seperti batu, kayu dsb.  Menyerang dan menggigit barabg bergerak apa saja yang dijumpai  Kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan  Ekor diantara 2 (dua)paha b. Bentuk diam (Dumb Rabies) Masa eksitasi pendek, paralisa cepat terjadi. Tanda-tanda yang sering terlihat :  Bersembunyi di tempat yang gelap dan sejuk  Kejang-kejang berlangsung sangat singkat, bahkan sering tidak terlihat  Lumpuh, tidak dapat menelan, mulut terbuka  Air liur keluar terus menerus (berlebihan)  Mati c. Bentuk Asystomatis Hewan tidak menunjukan gejala sakit Hewan tiba-tiba mati 2.6 Tindakan Terhadap Hewan Yang Menggigit Anjing, kucing, dank era yang yang menggigit manusia atau hewan lainnya harus dicurigai menderita Rabies. Terhadap hewan tersebut harus diambil tindakan sebagai berikut : a. Bila hewan tersebut adalah hewan peliharaan atau ada pemiliknya, maka hewan tersebut harus ditangkap dan diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi selama 14 hari. Bila hasil observasi negative Rabies maka hewan tersebut mendapat vaksinasi rabies sebelum diserahkan kembali ke pemiliknya. b. Bila hewan yang menggigit adalah hewan liar (tidak ada pemiliknya) maka hewan tersebut harus dusahakan ditangkap hidup dan diserahkan kepada Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi dan setelah masa observasi selesai hewan tersebut dapat dimusnahkan atau dipelihara oleh orang yang berkenan, setelah terlebih dahulu diberikan vaksinasi Rabies. c. Bila hewan yang menggigit sulit untuk ditangkap dan terpaksa harus dibunuh , maka kepala hewan tersebut harus diambil dan segera diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. 2.7 Perundang-undangan Tentang Rabies Sejak tahun 1926 pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang rabies pada anjing, kucing, dank era yaitu Hondsdol heid Ordonantie Staatblad No. 452 tahun 1926 dan pelaksanaannya termuat dalam Staatblad No. 452 tahun 1926. Selanjutnya ordonantie tersebut mengalami perubahan/penambahan-penambahan yang disesuaikan dengan perkembangan yang ada. Misalnya, di DKI Jakarta terdapat SK Gubernur No. 3213 tahun 1984 tentang Tatacara Penertiban Hewan Piaraan Anjing, Kucing, dan Kera di wilayah DKI Jakarta yang antara lain berisi : a. Kewajiban pemilik hewan piaraan untuk memvaksinasi hewannya dan menggantungkan peneng tanda lunas pajak. b. Menangkap dan menyerahkan hewannya apabila menggigit orang untuk diobservasi. c. Hewan yang dibiarkan lepas dan dianggap liar atau tersangka menderita rabies akan ditangkap oleh petugas penertiban. Berhasil tidaknya usaha pengendalian penyakit rabies sangat erat hubungannya dengan kesadaran, pengetahuan dan partisipasi dari semua masyarakat. 2.8 Pencegahan Langkah-langkah untuk mencegah rabies bisa diambil sebelum terjangkit virus atau segera seteleh terjangkit. Sebagai contoh, vaksinasi bisa diberikan kepada orang-orang yang berisiko tinggi terhadap terjangkitnya virus, yaitu : • Dokter hewan • Petugas laboratorium yang menangani hewan-hewan yang terinfeksi • Orang-orang yang menetap atau tinggal lebih dari 30 hari di daerah yang terjangkit rabies dimana banyak anjing ditemukan • Para penjelajah gua kelelawar Vaksinasi memberikan perlindungan seumur hidup. Tetapi kadar antibody akan menurun, sehingga orang yang berisiko tinggi terhadap penyebaran selanjutnya harus mendapat dosis buster vaksinasi setiap 2 tahun. 2.9 Pengobatan  Jika segera dilakukan tindakan pencegahan yang tepat. Maka seseorang yang digigit hewan yang menderita rabies kemungkinan tidak akan menderita rabies. Orang yang digigit kelinci dan hewan pengerat (termasuk bajing dan tikus)tidak memerlukan pengobatan lebih lanjut karena hewan-hewan tersebut jarang terinfeksi rabies. Tetapi bila digigit binatang buas (sigung, rakun, rubah, dan kelelawar) diperlukan pengobatan lebih lanjut karena hewan-hewan tersebut mungkin saja terinfeksi rabies.  Tindakan pencegahan yang paling penting adalah penanganan luka gigitan sesegera mungkin. Daerah yang digigit dibersihkan dengan sabun, tusukan yang dalam dosemprotkan dengan air sabun. Jika luka telah dibersihkan, kepada pemberita yang belum pernah mendapatkan imunisasi dengan vaksin rabies diberikan suntikan immunoglobin rabies, dimana separuh dari dosisnnya disuntikkan di tempat gigitan.  Jika belum pernah mendapatkan imunisasi, maka suntikan vaksin rabies diberikan pada saat digigit hewan rabies dan pada hari ke 3, 7, 14, dan 28. Nyeri dan pembengkakan di tempat suntikan biasanya bersifat ringan. Jarang terjadi reaksi alergi yang serius, kurang dari 1 % yang mengalami demam setelah menjalani vaksinasi.  Jika penderita pernah mendapatkan vaksinasi, maka risiko menderita rabies akan berkurang, tetapi luka gigitan harus tetap dibersihkan dan diberikan 2 dosis vaksin (pada hari 0 dan 2)  Sebelum ditemukannya pengobatan, kematian biasanya terjadi dalam 3-10 hari. Kebanyakan penderita meninggal karena sumbatan jalan nafas (asfiksia), kejang, kelelahan, atau kelumpuhan total. Meskipun kematian karena rabies diduga tidak dapat dihindarkan, tetapi beberapa orang penderita selamat. Mereka dipindahkan ke ruang perawatan intensif untuk diawasi terhadap gejala-gejala pada paru-paru, jantung, dan otak. Pemberian vaksin maupun immunoglobulinrabies tampaknya efektif jika suatu saat penderita menunjukkan gejala-gejala rabies. 2.10 Tips Bila Digigit Anjing • Cuci luka gigitan itu dengan air mengalir dan sabun kurang lebih 10-15 menit. Mencuci luka gigitan dengan air dan sabun bisa menghilangkan setidaknya 92% virus rabies. • Setelah itu baru ketempat kesehatan terdekat untuk meminta perawatan lebih lanjut dan mendapatkan VAR (vaksinasi anti rabies) • Jangan langsung ke tempat kesehatan setelah digigit anjing karena itu memberikan waktu untuk virus masuk dalam tubuh. Jadi ditekankan agar mencuci luka segera setelah digigit. • Usahakan untuk menangkap anjing tersebut dan kurungatau diikat untuk memastikan apakah anjing tersebut menderita rabies atau tidak. Jika anjing mati dalam rentang waktu kurang lebih 10 hari setelah menggigit, maka dipastikan anjing tersebut tertular rabies. • Untuk VAR dilakukan selam 3 kali yaitu : - Pertama, saat digigit - Kedua, seminggu setelah digigit - Ketiga, tiga minggu setelah digigit Apabila anjing telah dibunuh atau mati setelah menggigit, maka VAR harus dijalani secara penuh. Dengan pelaksanaan VAR secara lengkap, maka pertahanan tubuh untuk rabies yang dibentuk oleh vaksin akan maksimal, jika setengah-setengah maka pertahanan tubuh yang terbentuk juga tidak maksimal. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Rabies merupakan penyakit menular yang mematikan yang ditularkan oleh hewan melalui gigitannya. Virus rabies banyak terkandung dalam kelenjar liur hewan yang telah terinfeksi virus ini sehingga gigitannya inilah yang sangat berbahaya. Bila tergigit, maka tindakan yang harus kita lakukan adalah mencuci daerah gigitan tersebut dengan sabun dan pada air yang mengalir untuk meminimalkan virus yang masuk ke pembuluh darah. Setelah itu barulah dibawa ke tenaga kesehatan untuk mendapatkan vaksinasi anti rabies secara bertahap agar kita tidak terinfeksi virus rabies ini. 3.2 Saran Bila memiliki binatnag peliharaan baik itu anjing, kucing, burung atau lain sebagainya, hendaknya selalu menjaga kebersihan hewan tersebut dan bawalah hewan peliharaan anda ke dokter hewan untuk mendapatkan vaksinasi. DAFTAR PUSTAKA http://www.jakarta.go.id/_jakpus/Ternak/Rabies.htm ( diakses pada tgl 21-09-2009 ) http://www.anjingkita.com/wmview.php?ArtID=754 ( diakses pada tgl 21-09-2009 )
untuk lebih lengkap dan tampilan bagus bisa melalui frame dibawah ini

Contoh Makalah Wawancara Dengan Pengusaha

Kali ini saya akan berbagi lagi contoh makalah wawancara dengan pengusaha sekaligus politisi. Makalah wawancara ini memaparkan pembicaraan dengan seorang pengusaha sekaligus politisi Indonesia.


Makalah yang mungkin jadi tugas adik-adik yang duduk di bangku SMA. Makalahnya sudah saya lengkapi termasuk Cover Makalah, Bab 1 Pendahuluan, Bab 2 Isi Wawancara, Bab 3 Penutup. Yang kurang hanyalah Daftar isi dan kata pengantar saja. Tapi saya sudah siapkan Contoh Daftar Isi dan Kata Pengantar di blog ini, jadi kalau ingin tidak repot silahkan dicari pada postingan sebelumnya.


Bagi adik-adik yang ingin mendownload Contoh Makalah Wawancara Dengan Pengusaha Sekaligus Politisi ini, silahkan klik tulisan download warna merah dibawah ini. Password untuk download: loncatin. Rating: 4.5

Download Makalah Disini.

Contoh Karya Tulis Wawancara Dengan Nelayan

Kali ini saya akan berbagi kepada adik-adik, khususnya kepada adik-adik yang duduk di kelas 2 SMA, yang mungkin mendapatkan tugas dari guru Bahasa Indonesia untuk membuat karya tulis atau makalah yang isinya Wawancara dengan pihak tertentu, ter-umum kepada anda siapa saja yang membutuhkan contoh makalah wawancara.


Karya tulis atau makalah wawancara adalah suatu tulisan yang tersusun atas bab demi bab yang isinya adalah wawancara dengan orang tertentu, bisa pengusaha, nelayan, petani, dan lain sebagainya. Pada contoh makalah wawancara 1 kali ini, saya akan bagikan Contoh Karya Tulis Wawancara Dengan Seorang Nelayan.


Jika adik-adik menginginkan contoh karya tulis wawancara ini sebagai referensi tugas, silahkan klik disini untuk mendownload contoh makalah wawancara-nya (password: loncatin). Format tulisan dalam bentuk word (docx). Rating: 4.5
Copyright © SRINANNA.COM. All rights reserved. Powered by Blogger.com